Menu Close

Apakah Bayi Selalu Mengalami Purple Crying? Apa itu?

Apakah Bayi Mengalami Purple Crying? Apa itu?

Bayi mengekspresikan keinginannya melalui tangisan. Nah, tapi bagaimana jika bayi terus menerus menangis hingga berjam-jam tanpa ada alasan yang pasti? Mungkin, bisa jadi bayi sedang mengalami purple crying nih. Apa sih purple crying itu? Yuk, simak ulasan berikut.

Purple crying merupakan sebuah sebutan untuk fase normal pada perkembangan bayi yang ditandai dengan bayi menangis secara terus menerus. Hal ini adalah sesuatu yang normal pada bayi dan tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya terjadi saat bayi memasuki usia 3 minggu yang kemudian berlanjut hingga 3-4 bulan.

Akan tetapi sebenarnya mengapa kondisi ini disebut purple crying? Ternyata purple crying merupakan sebuah singkatan, yang berarti :

  • P, ialah Peak of crying yang artinya bayi akan mengalami puncaknya tangisan selama terus menerus pada bulan kedua dan akan berkurang di bulan ketiga hingga kelima.
  • U, ialah Unexpected yang artinya bayi akan menangis tanpa di duga-duga, kapan saja dan dimana saja tanpa adanya alasan yang jelas.
  • R, ialah Resist Soothing yang artinya fase dimana bayi akan sulit untuk ditenangkan
  • P, ialah Pain like face yang artinya pada fase ini, bayi terlihat seperti kesakitan padahal sebenarnya bayi tidak merasakan adanya kesakitan apapun
  • L, ialah longlasting yang artinya durasi atau lama tangisan bayi bisa bertahan selama 30 menit atau bahkan bisa lebih dari itu
  • E, ialah evening yang artinya biasanya bayi akan mengalami fase tangisan ini pada malam hari.

Tangisan pada bayi memang hal yang wajar terjadi. Terlebih hal tersebut adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan bayi untuk memberitahukan keinginannya kepada ibu. Akan tetapi, orangtua juga perlu mewaspadai bayi yang menangis terlalu berlebihan, karena bisa jadi bayi sedang mengalami beberapa permasalahan lainnya, seperti:

1. Adanya gangguan pencernaan 

Gangguan pencernaan ini seperti, perut bayi yang penuh akan gas membuat bayi merasa kembung dan risih, sehingga bayi akan menangis terus menerus akibat ketidaknyamanannya. Jika ada kemungkinan bayi mengalami kembung, maka bisa diatasi dengan membuat bayi agar bersendawa supaya gas yang ada dalam perut bayi bisa keluar. Ibu bisa menggunakan minyak telon untuk memijat lembut di perut bayi searah dengan jarum jam, ini juga bisa untuk menghangatkan bayi dan membantu mengeluarkan gas dalam perut bayi. 

2. Munculnya ruam popok

Selain terjadinya kembung pada bayi, kemungkinan lain yang bisa terjadi yaitu munculnya ruam popok. Hal ini bisa menjadi penyebab lain dari alasan bayi menangis terus menerus. Ketika popok terasa penuh, basah, dan kotor, bayi akan merasakan risih. Dan kondisi ini yang menyebabkan munculnya ruam di area kelamin bayi. Untuk mengatasi hal ini, ibu bisa lebih sering dan rajin untuk mengganti popok bayi, membersihkan area tubuh bekas pemakaian popok secara rutin, dan mengoleskan krim atau lotion yang dikhususkan untuk mengatasi ruam popok. Bayi akan merasa rewel dengan adanya ruam popok, dikarenakan menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada bayi. 

3. Bayi sedang merasa takut

Hal lain yang dapat menyebabkan bayi menangis secara terus menerus juga bisa disebabkan bayi sedang merasakan takut. Bayi yang biasanya baru lahir akan merasa takut. Kondisi lingkungan bisa menjadi penyebabnya. Lingkungan yang berbeda pada saat ia masih didalam rahim ibu dan ketika sudah lahir merasakan lingkungan yang berbeda dan terasa risih untuk bayi. Jika bayi menangis dalam kondisi ini, hal ini bisa menandakan sebagai tanda terjadinya proses adaptasi bayi di lingkungan baru di luar rahim sang ibu. Pada saat bayi mengalami hal ini, bayi ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtuanya.

4. Suhu keadaan sekitar bayi

Suhu tempat bayi tidur atau tempat bayi berada bisa jadi alasan bayi menangis. Suhu ruangan yang sumpek, panas, dan gerah akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Usahakan untuk menghindari pemakaian baju yang berlapis pada bayi, karena bayi akan menjadi kesulitan untuk bergerak dan bisa membuatnya merasa gerah dan panas. Orangtua juga bisa menyiasatinya dengan menjaga suhu ruangan antara 16-20 derajat celcius.

Nah, memang purple crying tidak membahayakan bagi bayi. Namun, tetap perlu diperhatikan, apakah tangisan bayi sebagai tanda bayi sedang mengalami purple crying saja atau ada alasan lain yang membuat bayi menangis secara terus menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *