Menu Close

Lakukanlah Hal Ini Saat Memberikan Makanan Bayi 9 Bulan!

Lakukanlah Hal Ini Saat Memberikan Makanan Bayi 9 Bulan!

Seiring pertumbuhannya, gizi yang dibutuhkan bayi akan bertambah. Oleh sebab itu, makanan bayi 9 bulan sebaiknya lebih beragam dari sebelumnya. Variasi ini penting agar nutrisi buah hati tercukupi dengan baik.

Anda juga perlu berkali-kali mencoba untuk mengenalkan makanan agar bayi terbiasa dengan rasa maupun tekstur makanan tersebut. Kuncinya adalah kesabaran dan ketelatenan.

Tips memberi makanan bayi 9 bulan

Memasuki masa MPASI, masalah makan pada bayi mungkin saja muncul. Mulai dari menolak makanan baru hingga pilih-pilih makanan.

Untuk mengatasinya, beberapa hal di bawah ini sebaiknya Anda perhatikan dalam memberikan makanan pada bayi usia 9 bulan.

1. Jangan memaksa buah hati makan

Jika bayi mengeluarkan makanan yang baru dicoba, jangan memaksanya makan. Untuk menghindari hal ini, cobalah kembali mengenalkan makanan ini dalam beberapa hari. Jika memungkinkan, Anda juga bisa mencampurnya dengan makanan favorit bayi.

2. Variasikan makanan

Usahakan makanan bayi beragam setiap harinya. Anda bisa memberikan variasi sayur, buah, kacang-kacangan, serta susu dan produk susu. Ini penting agar bayi tidak kekurangan nutrisi tertentu. Namun ingatlah bahwa mengenalkan makanan harus satu per satu agar anak mengenal tekstur dan rasanya. Misalnya, hari ini Anda hanya memberikan wortel, lalu besoknya apel. 

3. Kenalkan makanan secara bertahap

Perkenalkan makanan baru secara bertahap. Selain untuk membangun indra pengecap Si Kecil, langkah ini juga bisa bertujuan agar Anda lebih mudah mendeteksi reaksi tubuh bayi jika ia mengalami alergi terhadap makanan tertentu. 

4. Makanan bayi 9 bulan hindari finger food yang tinggi gula dan garam

Saat ini memang banyak produk makanan bayi yang beredar. Anda harus cermat dalam memilihnya. Pastikan Anda membaca komposisi pada kemasan dan pilihlah makanan dengan campuran bumbu seminim mungkin. Misalnya, produk yang tidak tinggi gula dan garam. Agar lebih aman, Anda bisa membuat finger food sendiri dari sayur dan buah. Contohnya, apel yang sudah dikukus atau potongan wortel. 

5. Kenali tanda-tanda bayi kenyang atau lapar

Bayi 9 bulan umumnya sudah bisa menolak makanan. Orangtua tidak perlu panik bila ini terjadi. Jangan memaksa Si Kecil makan jika ia tampak belum mau makan. Mungkin saja ia masih kenyang. Pada usia 9 bulan, bayi sudah belajar untuk menunjukkan rasa laparnya pada Anda. Misalnya dengan gerakan badan tertentu atau menangis. Tanda-tanda inilah yang perlu Anda perhatikan dengan saksama, apakah ia menangis karena lapar atau hanya ingin dipeluk. 

6. Perhatikan tekstur makanan

Pastikan makanan yang diberikan memiliki tekstur lunak. Bila ada jenis buah atau sayur bertekstur agak keras yang ingin Anda berikan, Anda bisa mengukusnya lebih dulu.

Memikirkan menu makanan harian yang bernutrisi dan disukai buah hati memang dapat menyita waktu dan energi. Untungnya, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mempersingkat waktu, tenaga, dan pikiran.

  • Siapkan daftar menu yang akan dibuat dalam seminggu. Luangkan waktu satu hari, misalnya pada akhir pekan untuk memikirkan resep MPASI 9 bulan yang akan dibuat. Cara ini dapat memudahkan untuk membuat variasi makanan, mempertimbangkan asupan gizi, hingga mempersingkat cara pembuatannya.
  • Dari jadwal yang dibuat, buat daftar belanja untuk kebutuhan MPASI. Cukup berbelanja beberapa hari sekali untuk menyingkat waktu belanja dan menjaganya tetap segar.
  • Tips lain yang bisa dijajal adalah membuat stok frozen food yang sangat membantu, terutama bagi Anda yang tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan makanan buah hati.
  • Beberapa contoh makanan beku yang bisa dibuat dengan mudah saat akhir pekan adalah puree buah maupun sayur, nugget daging dan sayur buatan sendiri, kaldu daging, atau olahan daging lainnya. Sebaiknya buat sesuai kebutuhan yang dapat dihabiskan tidak lebih dari seminggu.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat memberikan makanan bayi 9 bulan pada si Kecil. Fase makan ini memang tahapan tumbuh kembang yang sering kali membuat Anda pusing. Jadi, tidak ada salahnya selalu berkomunikasi dengan dokter si Kecil guna memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *