Menu Close

Anakonidin: Kegunaan, Dosis dan Efek Samping

Si kecil alami batuk berdahak? Disertai dengan pilek? Setiap orang tua pasti merasa cemas jika anaknya terserang batuk dan pilek. Untuk mengatasinya, biasanya orang tua akan memberikan obat pereda batuk berdahak yang disertai dengan pilek. Salah satu merek obat batuk ternama untuk anak, yaitu Anakonidion.

Apa itu Anakonidin?

Anakonidion merupaka golongan obat mukolitik yang berfungsi untuk mengencerkan dahak di saluran pernapasan anak. Obat ini memiliki kandungan bahan aktif, seperti guaifenesin dan bromhexine HCi. Obat batuk anak yang diproduksi oleh Konimex ini termasuk golongan obat bebas yang dapat ditemukan dengan mudah di pasaran.

Anakonidin merupalan sirup obat batuk yang tidak mengandung alkohol. Anakonidin memiliki berbagai rasa buah yang disukai anak-anak, seperti ceri, strawberry dan blueberry. Obat ini juga menyebabkan kantuk dan disarankan untuk mengonsumsinya setelah makan. 

Apa saja varian produk Anakonidin?

  1. Anakonidin

Varian ini merupakan produk pertama Anakonidin. Sirup obat abtuk dan pilek ini hadir dengan rasa ceri. Anakonidin hadir dalam dua kemasan, yaitu 30 ml dan 60 ml.

  1. Anakonidin Mucolytic Expectorant

Sirup obat batuk ini memiliki rasa blueberry yang berfungsi untuk meredakan batuk berdahal pada anak. Selain itu, Anakonidin Mucolytic Experctorant mampu mengencerkan dahak pada saluran pernapasan dan mempermudah pengeluaran dahak. Varian ini hadir dalam dua kemasan, yaitu 30 ml dan 60 ml.

  1. Anakonidin OBH

Anakondin OBH hadir dalam rasa strawberry dan tersedia dalam dua kemasan botol, yaitu 30 ml dan 60 ml. Sirup ibat batuk dan flu ini berfungsi untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, bersin-bersin dan hidung tersumbat.

  1. Anakonidin Herbal

Varian terbaru Anakonidin ini memiliki rasa ceri mint yang terbuat dari berbagai bahan jamu dan tanpa kandungan alkohol. ANakonidin tersedia dalam tiga kemasan, yaitu 30 ml, 60 ml dan 100 ml. 

Berapa dosis yang dianjurkan?

Untuk anak usia 2-5 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali per hari.

Untuk anak usia 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali per hari.

Penyajian

Sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat yang kering dan sejuk, serta terlindung dari sinar dan apanas matahari secara langsung.

Apa saja efek samping pemakaian Anakonidin?

Setiap obat pasti memiliki efek samping yang harus diperhatikan. Apalagi jika obat tersbut dikhususkan untuk anak. Tentunya setiap orang tua ingin memastikan bahwa setiap obat yang dikonsumsi anak itu aman, dan digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan atau petunjuk dokter.

Berikut efek samping yang dapat ditimbulkan, antara lain:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Gangguan tidur atau insomina
  • Eksitasi
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Mulut kering
  • Gerakan yang tidak dapat dikontrol atau dikendalikan pada satu atau lebih anggota tubuh (tremor)
  • Sulit buang air kecil
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardi)
  • Gangguan orama jantung (aritmia)

Selain efek samping, penggunaan Anakonidin juga harus diperhatikan secara khusus pada anak-anak yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, antara lain:

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita diabetes melitus.
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan.
  • Pasien penderita peningkatan volume organ atau jaringan akibat pembesaran komponen sel.
  • Pasien penderita sejumlah gejala yang disebabkan oleh produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Penggunaan dalam dosisi besar dapat menyebabkan depresi pernapasan dan susunan saraf pusat atau pada pasien dengan gangguan fungsi pernapasan asma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *